Mari berdendang & bernyanyi !

____

11/03/2025

Navicula - Metropolutan (Lirik)

Navicula - Metropolutan (Lirik)

Kepalaku rasanya mau pecah. Panas kota menekan ubun-ubun, seperti ada tangan raksasa yang menekan tengkorakku pelan-pelan, menunggu sampai aku meledak. Klakson bersahutan, motor merayap, mobil-mobil seperti kepiting logam yang saling mencubit demi satu celah sempit.

Di tengah gedung-gedung sombong yang berdiri bagai raja-raja tanpa hati, aku hanya sebutir debu. Keringat bercucuran, bahu dorong-mendorong, dan semua orang tampak terburu-buru menuju entah apa—seolah hidup adalah lomba yang tak pernah jelas garis finisnya.

Aku terjebak.
Terjebak di sini.
Di labirin beton bernama kota.

Selalu macet. Selalu bising. Selalu sama. Dan tiap hujan turun, kota ini seperti menyerah. Air meluap, menelan trotoar dan jalanan. Orang-orang tetap sibuk berlari meski genangan sudah setinggi mata kaki. Banjir bukan lagi bencana—hanya bagian dari rutinitas.

Di jantung Metropolutan, asap dari knalpot naik, menjadi awan kelabu yang menggantung rendah. Langit seperti sakit paru-paru. Aku pun ikut sesak.

Di sini, tidak ada waktu untuk peduli. Tidak ada ruang untuk empati. Yang penting cepat. Yang penting duluan. Yang penting menang, meski harus menginjak yang kalah.

Antrian?
Ha, antrian hanya mitos di kota ini.

Orang-orang mendorong hidup mereka ke depan tanpa menoleh, tanpa jeda, tanpa ingatan. Semua ingin berlari. Semua ingin selamat. Tapi entah dari apa—dan menuju apa?

Dan aku?
Aku hanya berdiri di trotoar yang retak, merasakan amarah yang menumpuk.
Merasa dunia terlalu sempit untuk pikiranku, tetapi terlalu luas untuk genggaman pedihku.

Aku ingin keluar.
Tapi aku terjebak.

Terjebak dalam kerumunan.
Terjebak dalam ambisi yang bukan milikku.
Terjebak dalam kota yang setiap detiknya terasa seperti menghitung mundur menuju kehancuran.

Di kejauhan, sirene meraung.
Langkah kaki berdesakan.
Dan langit menghitam lagi—seperti ancaman yang datang tanpa jeda.

Aku menatap sungai yang keruh, naik pelan-pelan.
Suatu hari, ia akan menelan semuanya.
Bangunan congkak itu, jalan-jalan marah itu, dan mimpi-mimpi yang tumbuh di atas luka bumi.

Kota ini akan tenggelam.
Bukan karena air semata,
tapi oleh keserakahan sendiri.

Dan di tengah semuanya, aku tetap di sini.
Terjebak.
Menunggu.
Atau mungkin… diam-diam berharap ia benar-benar tenggelam,
agar aku bisa bernapas lagi.

Lagu ini ditulis oleh Gede Roby Supriyanto.


Navicula - Metropolutan (Lirik)

Woi

Kepalaku mau pecah
Emosi mau tumpah
Kota ini parah

Jalan macet bikin gerah
Di kaki gedung pongah
Injak siapa yang kalah

Aku terjebak di sini
Aku terjebak di sini
Aku terjebak di sini
Aku terjebak

Hey, aku ada di dalam kota Metropolutan

S'lalu banjir tiap hujan
Asap jalan jadi awan
Di jantung Metropolutan

Orang-orang tak peduli
Alam berkonspirasi
Tenggelamkan kota ini

Aku terjebak di sini
Aku terjebak di sini
Aku terjebak di sini
Aku terjebak

Hey, aku ada di dalam kota Metropolutan

Orang anti kata antri
Semua mau berlari
Berlarilah sampai mati

Berlarilah sampai mati
Berlari sampai mati
Berlari sampai mati

Aku terjebak di sini
Aku terjebak di sini
Aku terjebak di sini
Aku terjebak

Hey, aku ada di dalam kota Metropolutan

Hey, aku ada di dalam kota Metropolutan

Hey, aku ada di dalam kota Metropolutan

Hey, aku ada di dalam (kota yang mau tenggelam)

"..."

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Total Pageviews

Histats

Tags

Lirik (132) Lokal (68) Jepang (45) OST. Anime (34) Terjemahan / Translate (33) Barat (14) OST. Film (13) Korea (4) OST. Series/Drama (3) Thread (3) Latin (1)

New Post

Raisa - Bye-Bye | Lirik & Terjemahan

Raisa - Bye-Bye | Lyrics Hey Girl You know you're beautiful Where is the pretty smile that You've been hiding far too long...

Search